Showing posts with label Godhong Ijo. Show all posts
Showing posts with label Godhong Ijo. Show all posts

Thursday, December 5, 2024

Ini Ramalan Terbaru Amerika Soal Kopi Indonesia, Bakal Makin Mahal?

Secangkir kopi tak sekadar cerita rasa, kisah perjuangan, adaptasi, dan ketahanan, ia membawa perjalanan panjang dari perkebunan hingga meja.

Pada 2024, kopi Indonesia menghadapi pasang surut yang tak terhindarkan, seiring pulihnya sektor pertanian dari cuaca ekstrem 2023. Namun, seperti kopi yang tetap harum meski diracik ulang, industri kopi Indonesia tetap mencatatkan pertumbuhan meski ada revisi ke bawah.

Menurut USDA, Departemen Pertanian Amerika Serikat (AS), produksi kopi Indonesia untuk tahun panen 2024/2025 diproyeksikan mencapai 10 juta kantong (1 kantong = 60 kg), turun 8% dari prediksi sebelumnya. Wilayah Sumatera Selatan, penghasil utama robusta yang menyumbang 85% dari produksi nasional, mencatat pemulihan yang tidak merata. Sebaliknya, di Sumatera Utara, produksi arabika tetap stabil dengan 1,4 juta kantong, berkat cuaca yang mendukung dan dukungan teknis bagi petani lokal.

Sumatera Utara menjadi pengecualian dengan produksi arabika yang stabil di 1,4 juta kantong. Di sini, petani memanfaatkan dukungan teknis, termasuk pelatihan penggunaan pohon penaung dan pengendalian hama. Beberapa daerah bahkan mempraktikkan sistem tumpang sari dengan tanaman sayuran untuk memaksimalkan produktivitas lahan.

Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5% di semester pertama 2024, deflasi yang berkepanjangan membatasi daya beli masyarakat. Konsumsi kopi domestik diperkirakan tetap di angka 4,8 juta kantong. Produk kopi siap minum (ready-to-drink) terus menarik perhatian konsumen berkat distribusi luas dan harga yang terjangkau, dengan mayoritas konsumen memilih produk di bawah Rp30.000.

Ready to Drink Coffee Channels 2024

 

Ekspor kopi Indonesia diprediksi meningkat 18% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 5,2 juta kantong, meskipun lebih rendah dari proyeksi awal. Amerika Serikat tetap menjadi pasar utama, menyerap hingga 15% ekspor, diikuti oleh Mesir (11%), Malaysia (9%), dan Jepang (6%). Namun, pasar Uni Eropa menghadapi tantangan besar akibat regulasi deforestasi baru (EUDR) yang memperketat persyaratan.

Harga biji robusta melonjak hingga 79% dibandingkan 2023, memicu pencurian hasil panen di Sumatera Selatan. Pemerintah setempat mengambil langkah inovatif dengan program registrasi lahan kopi untuk memastikan jejak produksi yang transparan.

Di tengah peningkatan pasokan lokal, impor biji kopi hijau dari Vietnam dan Brasil diproyeksikan turun tajam ke 475.000 kantong, dibandingkan 942.000 kantong tahun sebelumnya. Ini menunjukkan pergeseran preferensi ke produk domestik, seiring kebangkitan robusta.

Keterlambatan implementasi EUDR selama 12 bulan memberi ruang napas bagi eksportir untuk menyesuaikan diri. Dengan waktu tambahan ini, diharapkan ekspor ke Uni Eropa kembali pulih secara bertahap.

Meski banyak tantangan, kopi Indonesia menunjukkan ketahanan luar biasa. Dari dataran tinggi Sumatera hingga pasar global, biji kopi Nusantara terus menjadi simbol adaptasi dan inovasi. Perjalanan masih panjang, tetapi masa depan yang lebih cerah tengah menanti, dengan harapan akan kebijakan yang mendukung dan kesadaran global terhadap nilai kopi Indonesia.

Dari kebun hingga pasar global, kopi Nusantara terus mengharumkan nama bangsa, menjadi simbol ketangguhan di tengah perubahan.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/research/20241125113750-128-590841/ini-ramalan-terbaru-amerika-soal-kopi-indonesia-bakal-makin-mahal

Friday, November 22, 2024

Inisiatif Hijau sebagai Sedekah Ilmu demi Bumi sebagai Titipan Anak Cucu

Bumi adalah rumah bersama yang kita warisi dari generasi sebelumnya dan kita pinjam dari generasi mendatang. Dalam konteks ini, menjaga keberlanjutan lingkungan bukan sekadar pilihan, tetapi kewajiban moral untuk memastikan bahwa anak cucu kita dapat hidup di planet yang sehat dan layak huni. Salah satu cara untuk memenuhi tanggung jawab ini adalah melalui inisiatif hijau yang tidak hanya fokus pada aksi nyata, tetapi juga pada penyebaran ilmu sebagai bentuk sedekah yang membawa manfaat jangka panjang.


Mengapa Sedekah Ilmu Penting untuk Inisiatif Hijau?

Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan menuju perubahan. Dalam upaya menciptakan masa depan yang berkelanjutan, penyebaran pengetahuan mengenai inisiatif hijau adalah kunci untuk mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat. Berikut beberapa alasan mengapa sedekah ilmu sangat penting:

  1. Meningkatkan Kesadaran
    Banyak orang belum menyadari betapa pentingnya menjaga lingkungan. Melalui sedekah ilmu, kita dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang isu-isu lingkungan seperti perubahan iklim, polusi, dan kehilangan keanekaragaman hayati.

  2. Menginspirasi Aksi Nyata
    Ilmu yang dibagikan dapat menginspirasi tindakan nyata, seperti mengurangi penggunaan plastik, menanam pohon, atau beralih ke energi terbarukan. Aksi ini, meskipun kecil, memiliki dampak kolektif yang besar.

  3. Memperkuat Keberlanjutan Jangka Panjang
    Dengan menyebarkan pengetahuan, kita membangun generasi yang lebih peduli lingkungan. Anak cucu kita akan memiliki bekal untuk melanjutkan inisiatif hijau ini, sehingga keberlanjutan dapat terus terjaga.


Bentuk-Bentuk Sedekah Ilmu dalam Inisiatif Hijau

Ada banyak cara untuk bersedekah ilmu demi mendukung inisiatif hijau. Berikut beberapa bentuk yang dapat dilakukan:

  1. Edukasi Lingkungan di Sekolah dan Komunitas
    Mengadakan seminar, pelatihan, atau lokakarya di sekolah dan komunitas adalah cara efektif untuk menyebarkan ilmu tentang keberlanjutan. Misalnya, mengajarkan anak-anak cara mendaur ulang atau pentingnya menanam pohon.

  2. Konten Edukasi Digital
    Di era digital, platform media sosial dan blog bisa menjadi alat untuk berbagi ilmu. Konten berupa artikel, video, atau infografik tentang tips hidup ramah lingkungan dapat menjangkau lebih banyak orang.

  3. Buku dan Publikasi
    Membuat buku panduan sederhana atau leaflet tentang praktik hijau dapat menjadi cara efektif untuk menyebarkan ilmu. Misalnya, buku panduan tentang pertanian berkelanjutan atau cara membuat kompos di rumah.

  4. Kolaborasi dengan Komunitas Lokal
    Bekerja sama dengan komunitas lokal untuk menjalankan program berbasis lingkungan, seperti pelatihan tentang pengelolaan sampah atau penggunaan energi terbarukan, dapat memberdayakan masyarakat setempat.


Menjaga Bumi sebagai Titipan Anak Cucu

Sedekah ilmu dalam inisiatif hijau bukan hanya tentang menyebarkan pengetahuan, tetapi juga tentang menanamkan kesadaran bahwa bumi adalah titipan yang harus kita jaga. Anak cucu kita berhak mewarisi lingkungan yang sehat, bersih, dan lestari.

Untuk mencapai ini, kita perlu mengintegrasikan prinsip-prinsip berikut ke dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Hidup Minimalis dan Berkelanjutan
    Mengurangi konsumsi berlebihan, mendaur ulang, dan memanfaatkan barang dengan bijak adalah langkah sederhana namun efektif untuk menjaga bumi.

  2. Berinvestasi pada Energi Terbarukan
    Mendorong penggunaan energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin adalah langkah nyata untuk mengurangi emisi karbon.

  3. Melibatkan Generasi Muda
    Anak-anak dan remaja adalah agen perubahan masa depan. Dengan melibatkan mereka dalam inisiatif hijau, kita tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab sejak dini.

  4. Kolaborasi Antar Generasi
    Melibatkan generasi tua dan muda dalam dialog dan aksi lingkungan menciptakan kesinambungan dalam upaya menjaga bumi.


Menanam Ilmu, Menuai Keberlanjutan

Inisiatif hijau sebagai bentuk sedekah ilmu adalah cara kita menanamkan nilai keberlanjutan untuk masa depan. Dengan berbagi pengetahuan dan menginspirasi tindakan, kita tidak hanya membantu menjaga bumi, tetapi juga memberikan warisan yang berharga bagi anak cucu kita.

Bumi adalah titipan, dan tanggung jawab kita adalah menjaganya dengan sebaik-baiknya. Melalui inisiatif hijau yang berlandaskan sedekah ilmu, kita berkontribusi untuk menciptakan dunia yang lebih baik, di mana keseimbangan alam dan kehidupan tetap terjaga untuk generasi mendatang. Mari mulai dari langkah kecil hari ini untuk masa depan yang lebih hijau dan lebih baik.

Sunday, November 10, 2024

Inisiatif Hijau dengan Sedekah Pohon

Menanam Kebaikan untuk Bumi yang Lebih Sehat

Pemanasan global dan perubahan iklim telah menjadi masalah global yang kian mendesak, memengaruhi jutaan kehidupan dan ekosistem di seluruh dunia. Salah satu solusi yang efektif untuk menangani masalah ini adalah dengan penghijauan dan penanaman pohon. Pohon berperan besar dalam menyerap karbon dioksida, menjaga keseimbangan ekosistem, dan meningkatkan kualitas udara. Saat ini, berbagai organisasi dan komunitas mengadopsi konsep "Sedekah Pohon" sebagai bentuk inisiatif hijau, yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam penghijauan secara langsung melalui sumbangan atau "sedekah" berupa pohon.

Sedekah pohon adalah program atau inisiatif yang mengajak masyarakat untuk bersedekah atau menyumbangkan pohon, baik dalam bentuk dana untuk pembelian bibit maupun partisipasi langsung dalam kegiatan penanaman pohon. Program ini biasanya dilakukan oleh berbagai lembaga lingkungan, organisasi sosial, dan komunitas, dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah pohon yang ditanam di area-area kritis, seperti lahan gersang, kawasan pesisir, daerah rawan bencana, dan area perkotaan yang padat.

Dengan sedekah pohon, individu maupun kelompok masyarakat dapat berkontribusi secara mudah dalam upaya pelestarian lingkungan. Inisiatif ini bertujuan untuk membangun kesadaran akan pentingnya pohon bagi kelestarian alam, sekaligus menjadi bentuk investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.

Pohon memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan alam. Manfaat yang dihasilkan oleh pohon tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga oleh manusia dan makhluk hidup lainnya. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang menjadikan penanaman pohon sebagai langkah strategis dalam mitigasi perubahan iklim:

  • Menyerap Karbon Dioksida (CO₂): Pohon mampu menyerap karbon dioksida yang merupakan salah satu gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Satu pohon dewasa dapat menyerap hingga 22 kilogram CO₂ per tahun, membantu menurunkan konsentrasi CO₂ di atmosfer.

  • Memproduksi Oksigen: Melalui fotosintesis, pohon menghasilkan oksigen yang penting bagi kehidupan. Sebuah pohon dewasa mampu menghasilkan oksigen yang cukup untuk kebutuhan dua orang setiap tahunnya.

  • Mengurangi Erosi Tanah: Akar pohon membantu menahan tanah, mencegah terjadinya erosi, terutama di daerah rawan bencana seperti lereng gunung dan wilayah pesisir. Pohon juga membantu menahan air di dalam tanah sehingga mengurangi risiko banjir.

  • Meningkatkan Kualitas Udara dan Air: Pohon bertindak sebagai filter alami, menyerap polutan udara seperti sulfur dioksida, amonia, dan nitrogen dioksida. Selain itu, pohon juga membantu menjaga kualitas air dengan menyaring polutan yang ada di air hujan sebelum masuk ke sungai atau sumber air lainnya.

  • Menjaga Keanekaragaman Hayati: Hutan dan kawasan hijau yang dipenuhi pohon menjadi habitat bagi berbagai spesies hewan dan tumbuhan. Dengan menanam pohon, kita turut menjaga keberlanjutan ekosistem dan melindungi keanekaragaman hayati.

Inisiatif Sedekah Pohon dilandasi filosofi bahwa setiap pohon yang ditanam merupakan bentuk kebaikan yang akan terus memberikan manfaat hingga masa depan. Konsep sedekah berarti memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain atau lingkungan tanpa mengharapkan imbalan. Dengan bersedekah pohon, kita tidak hanya membantu memperbaiki lingkungan, tetapi juga memberi manfaat bagi generasi mendatang yang akan merasakan hasil dari pohon-pohon yang kita tanam hari ini.

Selain sebagai bentuk kebaikan bagi lingkungan, sedekah pohon juga memiliki nilai spiritual bagi sebagian orang. Banyak yang menganggap bahwa sedekah pohon adalah cara untuk memperpanjang amal kebaikan, karena pohon akan terus memberikan manfaat selama masa hidupnya.

Untuk berpartisipasi dalam inisiatif sedekah pohon, berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Donasi untuk Pembelian Bibit: Banyak organisasi lingkungan menyediakan opsi donasi untuk pembelian bibit pohon. Dana yang disumbangkan akan digunakan untuk membeli bibit dan menutupi biaya perawatan awal.

  • Ikut dalam Kegiatan Penanaman Pohon: Selain donasi, masyarakat juga dapat ikut serta secara langsung dalam kegiatan penanaman pohon yang biasanya diadakan oleh organisasi atau komunitas peduli lingkungan.

  • Menanam Pohon Sendiri di Lingkungan Sekitar: Setiap individu dapat melakukan sedekah pohon secara mandiri dengan menanam pohon di pekarangan rumah, taman kota, atau tempat-tempat yang membutuhkan penghijauan. Ini adalah bentuk kontribusi sederhana namun berdampak besar.

  • Mendukung Program Penghijauan di Tempat Kerja atau Komunitas: Bekerjasama dengan rekan kerja atau anggota komunitas untuk mendukung program penghijauan di area tertentu dapat menjadi langkah efektif untuk sedekah pohon dalam skala lebih besar.Selain manfaat ekologis, sedekah pohon juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat:

  • Peluang Pekerjaan bagi Masyarakat Lokal: Program penanaman pohon sering melibatkan masyarakat setempat dalam proses penanaman, perawatan, dan pemeliharaan, yang menciptakan peluang pekerjaan.

  • Edukasi Lingkungan bagi Generasi Muda: Sedekah pohon memberikan kesempatan untuk mendidik generasi muda tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan menciptakan kesadaran untuk menjaga alam.

  • Sumber Pendapatan bagi Komunitas: Di beberapa daerah, pohon yang ditanam dapat menjadi sumber pendapatan bagi komunitas setempat, seperti pohon buah atau pohon yang menghasilkan kayu, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan.

Sedekah pohon adalah bentuk kontribusi nyata yang dapat kita lakukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim, meningkatkan kualitas lingkungan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang. Dengan menanam pohon, kita menanam kebaikan yang akan terus berbuah, baik bagi manusia maupun ekosistem.

Melalui sedekah pohon, setiap orang bisa ikut serta dalam menjaga keseimbangan alam. Inisiatif hijau ini menciptakan dampak positif yang meluas, mulai dari peningkatan kualitas udara hingga kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan dukungan dari semua pihak, program sedekah pohon dapat menjadi salah satu solusi untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Mari kita jaga bumi dengan menanam pohon dan berpartisipasi dalam sedekah pohon untuk masa depan yang lebih hijau dan lebih baik bagi semua.

Saturday, October 19, 2024

Godhong Ijo

Go & Do of Humanity action ON the Ground In our Journey Of live

Go & Do: Aksi Nyata Kemanusiaan di Bumi dalam Perjalanan Hidup Kita

Dalam perjalanan hidup, setiap langkah yang kita ambil membentuk narasi dari siapa kita sebenarnya. Setiap tindakan, keputusan, dan kontribusi yang kita berikan pada dunia membawa dampak tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain. Dalam konteks global yang semakin terhubung dan penuh tantangan, seperti ketimpangan sosial, krisis iklim, hingga pandemi, tindakan nyata yang bertujuan untuk kebaikan kemanusiaan menjadi sangat penting. Ungkapan "Go & Do" mencerminkan panggilan untuk bertindak, sebuah ajakan agar kita bergerak dan berbuat sesuatu yang bermakna di dunia ini.

"Go & Do" secara sederhana dapat diartikan sebagai ajakan untuk bergerak (Go) dan berbuat (Do). Dalam konteks kemanusiaan, ini berarti kita tidak hanya memikirkan atau merenungkan masalah-masalah sosial yang ada, tetapi juga mengambil langkah nyata untuk melakukan perubahan. Aksi kemanusiaan bukanlah sesuatu yang hanya terjadi di ruang-ruang rapat atau diskusi, melainkan sesuatu yang harus dilakukan di lapangan, di mana orang-orang benar-benar membutuhkan pertolongan.

Ketika berbicara tentang aksi kemanusiaan, kita berbicara tentang segala hal mulai dari bantuan langsung terhadap korban bencana alam, penyediaan kebutuhan dasar seperti makanan dan air, hingga advokasi untuk hak-hak asasi manusia, pendidikan, dan keadilan sosial. Prinsip "Go & Do" mendorong setiap individu untuk bertindak sekarang, bukan menunda atau menunggu orang lain melakukan tindakan terlebih dahulu.

Kita hidup di dunia di mana tantangan yang dihadapi manusia semakin kompleks. Dari krisis perubahan iklim, konflik antarnegara, hingga krisis pengungsi dan pandemi, masalah-masalah ini memerlukan respons yang lebih dari sekadar wacana atau rencana kebijakan. Aksi nyata di lapangan adalah bagian dari solusi yang dapat memberikan dampak langsung dan konkret.

Aksi kemanusiaan yang dilakukan di lapangan, di komunitas-komunitas yang membutuhkan, menciptakan perubahan di banyak tingkatan, seperti:

  1. Menyelamatkan nyawa: Bantuan medis, pangan, air, dan perlindungan yang diberikan kepada korban konflik, bencana alam, atau krisis kesehatan menyelamatkan nyawa manusia yang berada dalam kondisi darurat.
  2. Memberikan harapan dan pemulihan: Aksi nyata yang berfokus pada rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana, seperti pembangunan kembali infrastruktur, sekolah, dan tempat tinggal, memberi harapan baru bagi masyarakat yang terkena dampak.
  3. Membangun kapasitas jangka panjang: Program-program pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi membantu masyarakat untuk keluar dari lingkaran kemiskinan dan ketergantungan, membekali mereka dengan keterampilan yang dapat digunakan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Ada banyak contoh di seluruh dunia di mana individu dan organisasi menjawab panggilan "Go & Do" dengan aksi nyata di lapangan. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Organisasi Kemanusiaan Internasional: Seperti Palang Merah, Doctors Without Borders, dan UNICEF, yang mengirimkan bantuan darurat ke daerah-daerah yang dilanda bencana alam, perang, atau krisis kemanusiaan. Aksi mereka meliputi penyediaan layanan medis, distribusi makanan, dan pengelolaan kamp pengungsi.
  2. Komunitas Lokal dan Relawan: Di banyak negara, masyarakat setempat sering kali menjadi pelaku utama aksi kemanusiaan. Contohnya, selama pandemi COVID-19, banyak komunitas lokal yang mengambil inisiatif untuk mendistribusikan makanan, masker, dan peralatan medis kepada mereka yang paling rentan.
  3. Gerakan Sosial: Gerakan-gerakan seperti Fridays for Future, yang dipelopori oleh Greta Thunberg, menjadi bukti bagaimana individu—khususnya generasi muda—bisa menjadi agen perubahan melalui aksi kolektif untuk menangani isu-isu global seperti krisis iklim.

Dalam hidup, kita sering kali dihadapkan pada pilihan untuk bertindak atau tidak. Menjadi bagian dari aksi kemanusiaan, besar atau kecil, adalah keputusan yang dapat memperkaya perjalanan hidup kita. Dengan mengambil tindakan nyata, kita berkontribusi dalam membangun dunia yang lebih baik, dan pada saat yang sama, kita tumbuh sebagai individu yang lebih sadar dan peduli.

Setiap aksi yang kita lakukan, baik itu memberi waktu, tenaga, atau sumber daya kita, akan memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya bagi orang lain tetapi juga bagi diri kita sendiri. Aksi nyata di lapangan menciptakan rasa kepuasan dan makna dalam hidup, karena kita tahu bahwa kita berperan dalam memperbaiki kehidupan orang lain.

Meskipun banyak orang memiliki niat baik untuk membantu sesama, pelaksanaan aksi kemanusiaan tidak selalu mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk:

  1. Keterbatasan sumber daya: Banyak organisasi dan komunitas yang memiliki keterbatasan dana, peralatan, dan tenaga kerja untuk melakukan aksi yang mereka rencanakan.
  2. Lingkungan berbahaya: Di banyak daerah, terutama di zona konflik atau bencana alam, relawan dan pekerja kemanusiaan sering kali menghadapi kondisi yang berbahaya.
  3. Kurangnya koordinasi: Kadang-kadang, upaya kemanusiaan yang baik dapat terganggu oleh kurangnya koordinasi antara berbagai pihak, baik antarorganisasi kemanusiaan maupun dengan pemerintah setempat.

Namun, tantangan-tantangan ini tidak seharusnya menjadi penghalang. Melalui kerja sama, inovasi, dan komitmen, setiap individu atau kelompok yang terlibat dalam aksi kemanusiaan dapat menemukan cara untuk mengatasi hambatan tersebut.

Perjalanan hidup adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan kesempatan untuk bertindak. "Go & Do" bukan hanya sekadar semboyan, tetapi sebuah ajakan untuk mengambil tanggung jawab atas apa yang bisa kita berikan kepada dunia. Dalam menghadapi tantangan global yang semakin besar, dari krisis kemanusiaan hingga perubahan iklim, tindakan nyata kita di lapangan adalah bagian dari solusi.

Aksi kemanusiaan, baik itu besar maupun kecil, membawa dampak signifikan dalam menciptakan dunia yang lebih baik. Setiap individu memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan dalam perjalanan hidupnya. Melalui aksi nyata di lapangan, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membantu diri kita sendiri menemukan makna dan tujuan yang lebih dalam dalam hidup kita. Pada akhirnya, dunia ini akan menjadi tempat yang lebih baik jika kita semua memilih untuk "Go & Do"—untuk bergerak dan bertindak—demi kemanusiaan dan masa depan yang lebih baik.

Strategi Pengelolaan Karbon Biru di Indonesia

9 Juli 2021 , dibaca 6915 kali. Nomor: SP. 217/HUMAS/PP/HMS.3/07/2021 Ekosistem pesisir di Indonesia terutama mangrove, padang lamun dan kaw...